JAKARTA – OpenAI berencana merilis model bahasa open-weight pertama secara global dengan kemampuan penalaran sejak GPT-2 dalam beberapa bulan ke depan. Hal ini dikatakan oleh CEO OpenAI, Sam Altman, pada Senin, 31 Maret.
Model bahasa open-weight memungkinkan akses publik ke parameter atau bobot yang telah dilatih, sehingga pengembang dapat menganalisis dan menyempurnakan model untuk tugas spesifik tanpa memerlukan data pelatihan asli. Ini berbeda dari model open-source yang memberikan akses penuh ke kode sumber, data pelatihan, dan metodologi pengembangannya.
Altman mengungkapkan di platform X bahwa perusahaan akan berdiskusi dengan para pengembang mengenai cara membuat model open-weight lebih bermanfaat. Acara pertama akan diadakan di San Francisco dalam beberapa minggu ke depan, diikuti oleh sesi di Eropa dan Asia-Pasifik.
"Kami masih harus membuat beberapa keputusan, jadi kami mengadakan acara bagi pengembang untuk mengumpulkan masukan dan kemudian mencoba prototipe awal," ujar Altman, dikutip VOI dari Reuters.
SEE ALSO:
Pada Februari lalu, Altman mengatakan OpenAI akan menyederhanakan produk AI mereka sambil merancang peta jalan untuk model terbaru.
Sementara itu, perusahaan yang didukung Microsoft ini harus beralih ke entitas for-profit sebelum akhir tahun untuk mengamankan pendanaan penuh sebesar 40 miliar dolar AS yang dipimpin oleh SoftBank Group, menurut sumber yang mengetahui masalah ini.
OpenAI sebelumnya telah menutup putaran pendanaan senilai 6,6 miliar dolar AS pada Oktober tahun lalu, dan menyatakan bahwa transisi ke perusahaan for-profit diperlukan untuk memperoleh modal yang cukup guna mengembangkan model AI terbaik.